welcome

I made this widget at MyFlashFetish.com.

TDW Club

www.kutukutubuku.com

Minggu, 05 Desember 2010

Bachdim Merinding Dielukan Fans


JAKARTA - Sosok Irfan Bachdim memang sensasional seiring penampilan ciamiknya bersama timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2010. Pujian deras pun mengalir kepada bomber blasteran Belanda ini.

Salah satu bentuk apresiasi fans terhadap kontribusi Bachdim adalah nyanyian fasn yang mengelu-elukan namanya, usai mencetak satu gol dalam kemenangan 6-0 skuad Garuda atas Laos, Sabtu (4/12/2010) malam tadi. Dengan tambahan satu golnya ini, Bachdim sementara sudah mengoleksi dua gol, setelah sebelumnya menyumbang satu gol kala Indonesia melibas Malaysia 5-1, Rabu lalu.

Ditanya terkait perasaannya dielu-elukan fans hampir sepanjang laga, Bachdim mengaku tersanjung. Dia bahkan mengaku sempat merinding karena hal ini merupakan yang pertama kali dirasakannya seumur hidup.

“Luar biasa. Saya bahkan sempat merinding. Terima kasih buat semua masyarakat Indonesia yang mendukung saya dan juga timnas,” tutur Irfan saat dijumpai usai pertandingan.

Tak hanya pujian, prestasi apik yang dicatatkan bomber 22 tahun ini pun berimbas ke situs jejaring sosial, twitter, miliknya. Hingga kini, bomber Persema Malang ini sudah memiliki 46.578 foollower yang kebanyakan adalah kaum hawa yang nampaknya terpesona dengan wajah tampan yang dimilikinya.

“Soal follower yang meningkat tajam, saya senang. Karena, itu merupakan dukungan yang diberikan seluruh masyarakat Indonesia kepada saya. Saya sangat menghargai itu,” tandas Bachdim yang sudah mengoleksi dua gol untuk timnas.

Dengan dua kemenangan yang diraih Indonesia di dua laga awal yang telah mereka jalani. Maka, skuad besutan Alfred Riedl memastikan diri lolos ke babak semifinal dengan status juara Grup A. Dengan demikian, laga pamungkas menghadapi Thailand, Selasa (7/12/2010) nanti hanya menjadi formalitas, karena koleksi enam poin yang diraup skuad Garuda tak mungkin bisa disalip Thailand (2), Malaysia atau pun Laos yang baru mengoleksi satu angka.

Riedl Isyaratkan Rotasi Pemain


JAKARTA - Usai memastikan lolos ke babak semifinal dengan status juara grup A, Pelatih Alfred Riedl mengisyaratkan rotasi pemain guna menjaga kebugaran pemain andalannya.

Dua pertandingan AFF Cup 2010 dilewati timnas Indonesia dengan mulus. Malaysia dihajar 5-1 di laga pertama Rabu lalu. Tterakhir Firman Utina dkk menggasak Laos 6-0. Demi menghindarkan pemain dari cedera, Riedl mengaku siap merotasi pemain saat Indonesia menghadapi Thailand, Selasa (7/12/2010).

“Kami mungkin akan melakukan rotasi pemain termasuk melihat kondisi terakhir pemain nanti siapa yang siap untuk bermain,” tutur Riedl usai laga menghadapi Laos, Sabtu (4/12/2010) malam.

“Kendati demikian, kami akan tetap bermain serius menghadapi Thailand. Kami tidak ingin mengecewakan supporter,” tandas pria berkebangsaan Austria ini.

Ya, duel melawan Thailand di laga pamungkas penyisihan grup memang tak lagi memiliki arti bagi Indonesia, selain hasrat untuk menjaga rekor sempurna. Posisi Indonesia di puncak klasemen Grup A dengan raihan enam poin tak mungkin lagi dikejar para pesaingnya seperti Thailand yang menduduki peringkat dua dengan dua poin, dan Laos dan Malaysia yang menghuni peringkat tiga dan empat dengan koleksi sama, yakni satu.

Selasa, 23 November 2010

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.
Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket,
observasi dan wawancara.

A. Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.
1. Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
a). Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan
untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan
jawaban.
b). Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan
responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
c). Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika
terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas,
sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya
diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.
Contoh :
Terbuka : Berapa Kali Anda Ke Kampus ?.....................
Tertutup : berapa kali anda ke kemapus ? (a). 1 – 2 (b). 3 – 5 dst
Pertanyaan tidak mendua artinya pertanyaan tidak mengandung
dua arti yang akan menyulitkan responden.
Contohnya : bagaimana pendapat anda tentang kondisi kelas
dan kemampuan guru menjelaskan pelajaran di kelas ?
Jika pertanyan mendua seperti ini sebaiknya dipecah menjadi
dua pertanyaan.
a).Tidak menanyakan yang sudah lupa atau tidak menggunakan
pertanyaan yang menyebabkan responden berpikir keras
Contohnya :
Pertanyaan keadaan perusahaan 10 tahun lalu ?. Umumnya pertanyaan seperti ini akan menyebabkan responden berpikir keras untuk mengingat-ingat kondisi yang terjadi di masa lalu.
b).Pertanyaan tidak menggiring responden. Contohnya :
Apakah anda setuju jika kesejahteraan karyawan ditingkatkan ?..jawabannya pasti.....Ya Iyaalaaah. Atau pertanyan seperti ”Perlukah diambil tindakan tegas pada
aparat hukum yang melakukan korupsi ??”....he.he.he...
c).Pertanyaan tidak boleh tertalu panjang atau terlalu banyak. Kalo
terlalu panjang atau tertalu banyak akan menyebabkan
responden merasa jenuh untuk mengisinya.
d).Urutan pertanyaan dimulai dari yang umum sampai ke spesifik,
atau dari yang mudah menuju ke yang sulit, atau di acak.

2.Prinsip Pengukuran memuat seperangkat ujicoba instrumen. Artinya,
sebelum menyebarkan angket, perlu dilakukan beberapa percobaan sehingga selain diketahui validitas dan reliabilitasnya, juga akan diperoleh estimasi waktu pengerjaan, tingkat kesulitan dan berbagai hal lainnya.
3.Penampilan Fisik merupakan salah satu daya tarik dan keseriusan
responden dalam mengisi angket. Namun tentu saja, angket yang bagus, terkesan resmi tentunya memerlukan biaya yang lebih besar dibanding angket yang di cetak di atas kertas seadanya.
B. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
1. Participant Observation

Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam
sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
2. Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.
Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar
cek list, buku catatan, kamera photo, dll.
C. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)
Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
1. Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
2. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Perancangan Database pada Interbase Server (Studi Kasus: Sistem Informasi Sirkulasi Perpustakaan)

Interbase adalah sebuah relational database management system (RDBMS) yang mampu melakukan pemrosesan transaksi dengan cepat dan menggunakan data secara bersama baik dalam lingkungan singel user ataupun multi user.

Interbase menggunakan sebuah data definition language (DDL) untuk mendefinisikan berbagai objek database yang berisi informasi mengenai struktur database beserta datanya. Objek-objek ini sering juga disebut sebagai “metadata”.

Sebagaimana MySQL, Interbase juga memiliki kemampuan mengelola data skala enterprise. Meskipun penggunanya tidak sebanyak MySQL, tetapi tidak sedikit masyarakat TI, termasuk perusahaan yang menggunakan Interbase. Tutorial kali ini akan membahas perancangan database untuk Sistem Informasi Sirkulasi Perpustakaan menggunakan berbagai objek database yang didukung Interbase.

Tutorial ini tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pengguna Interbase, tapi juga FireBird. Database FireBird memiliki arsitektur yang sangat mirip dengan Interbase, sehingga tidak heran bila FireBird sering disebut sebagai “kloning”-nya Interbase. FireBird juga sering dikenal dengan versi open source-nya Interbase.

Jenis-Jenis Penelitian Ilimiah

Penelitian dapat digolongkan / dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, antara lain berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan; (3) Tempat; (4) Pemakaian atau hasil / alasan yang diperoleh; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6) Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi bidang (ilmu) garapan. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh:

  1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
  2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.

Berdasarkan Bidang yang diteliti:

  1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi, pendidikan, hukum, dsb.
  2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

Berdasarkan Tempat Penelitian :

  1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
  2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
  3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;

Berdasarkan Teknik yang digunakan :

  1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
  2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan (ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.

Berdasarkan Keilmiahan :

1. Penelitian Ilmiah

Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:

  1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti:
  2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat/waktu lain;

Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:

  1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
  2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
  3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
  4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis;
  5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan emosional;
  6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna;
  7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat;
  8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.

2. Penelitian non ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah)

  • Berdasarkan Spesialisasi Bidang (ilmu) garapannya : Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran), Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata, Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro, Pembangunan), dll.
  • Berdasarkan dari hadirnya variabel (ubahan) : variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang ditatap, yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel : masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe = membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen.

Penelitian secara umum :

o Penelitian Survei:

  • Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
  • Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
  • Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan orang lain dalam menangani hal yang serupa;
  • Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun secara sampel;
  • Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;
  • Penelitian ini dapat berupa :
  1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari, pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas. Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.
  2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapi tidak menguji hipotesis.
  3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif (melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif (dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian tujuan).
  4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama, menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian hipotesis.
  5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
  6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;

o Grounded Research

Mendasarkan diri pada fakta dan menggunakan analisis perbandingan; bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam riset ini data merupakan sumber teori, teori berdasarkan data. Ciri-cirinya : Data merupakan sumber teori dan sumber hipotesis, Teori menerangkan data setelah data diurai.

TUJUAN PENELITIAN :

Secara umum ada empat tujuan utama :

  1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
  2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
  3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
  4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)

PERANAN PENELITIAN

  1. Pemecahan Masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait;
  2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;
  3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru :

PERSYARATAN PENELITIAN :

  1. Mengikuti konsep ilmiah
  2. Sistematis/Pola tertentu
  3. Terencana

Penelitian dikatakan baik bila :

  1. Purposiveness, Tujuan yang jelas;
  2. Exactitude, Dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
  3. Testability, Dapat diuji atau dikaji;
  4. Replicability, Dapat diulang oleh peneliti lain;
  5. Precision and Confidence, Memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel;
  6. Objectivity, Bersifat objektif;
  7. Generalization, Berlaku umum;
  8. Parismony, Hemat, tidak berlebihan;
  9. Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
  10. Coherency, Terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

PROSEDUR / LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN :

Garis besar :

  1. Pembuatan rancangan;
  2. Pelaksanaan penelitian;
  3. Pembuatan laporan penelitian

Bagan arus kegiatan penelitian

  1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan
  2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi;
  3. Merumuskan Masalah; jelas, dari mana harus mulai, ke mana harus pergi dan dengan apa
  4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis);
  5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe penelitian : sangat menentukan variabel apa, objeknya apa, subjeknya apa, sumber datanya di mana;
  6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti? Data diperoleh dari mana?
  7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?
  8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?
  9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya
  10. Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis terbukti?
  11. Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan benar.

Surat Undangan Rapat

PEMILIHAN KETUA YAYASAN

Jakarta, 24 November 2010

No : 05/STFDR/VII/2010
Perihal : Undangan Rapat
Lamp : -

Kepada Yth.
Bapak Tanto
di
Jakarta

Assalamualaikum Wr.Wb, segala puja dan puji hanyalah milik Allah, yang selalau memberi rahmat dan taufiknya kepada kita, shalawat dan salam selalau tercurah kepada junjungan kita semua, pemimpin umat Nabiyullah Muhammad Saw, keluarga, para sahabatnya, dan seluruh umat-Nya sampai akhir zaman.

Sehubungan dengan telah habisnya masa jabatan Ketua Pengurus Yayasan Al Baqy tanggal 24 November 2010, dengan itu secara otomatis harus ada pemilihan ketua Pengurus Yayasan Al Baqy yang baru untuk periode 2010-2014 .

Mengingat hal tersebut bersifat penting, kami mengundang bapak/ibu/saudara/i, bisa menghadiri rapat Pemilihan Ketua Yayasan 2010-2014 yang insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari / tanggal : Minggu, 06 Desember 2010
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Ruangan Serbaguna (Yayasan Al Baqy)

Agenda Rapat :

1. Pembahasan laporan kerja Pengurus Yayasan Al Baqy Tahun 2007-2010
2. Penyusunan Program kerja periode 2010-2014
3. Pembentukan panitia kerja periode 2010-2014
4. Pembahasan masalah lain-lain.
5. Penutup.
6. Ramah Tamah

Atas perhatian dan kehadiran Saudara kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sekretaris

Agus Stiawan

Kamis, 18 November 2010

Mereka yang Melangkah ke Depan


Seseorang pernah berkata dengan sebuah ironi yang amat dahsyat, “Kesadaran adalah siksaan yang paling kejam.” Moral dan nurani seorang manusia adalah alat yang paling efektif untuk menggerakkan tubuhnya hingga melebihi batas kemampuan. Meskipun tubuh sudah koyak tercabik-cabik dan napas pun sudah sampai pada garisfinish, namun kesadaran membuat manusia tidak mau – bahkan tidak bisa – menghentikan langkahnya. Bahkan ketika telah jelas bahwa semua yang dilakukannya hanya akan menjadi pemanis dalam lembaran sejarah, ia tetap tidak dapat menghentikannya.

Selama tiga abad lebih Indonesia dijajah oleh bangsa lain, entah sudah berapa juta manusia didera oleh siksaan semacam ini. Mereka tahu bahwa mereka tidak akan mampu mengubah nasib bangsa, namun mereka tidak bisa berhenti berjuang. Mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan sempat mengecap manisnya kemerdekaan, tapi toh mereka tidak bisa mundur. Ada sesuatu yang menghentikan kaki mereka ketika hendak lari menyelamatkan diri. Kesadaran yang konyol itu berontak dari kedalaman benak mereka, memaksanya untuk lari menerjang musuh dengan senjata sekedar golok dan bambu runcing. Belum sempat menyentuh seujung rambut musuh, nyawa sudah habis ditebas belasan timah panas. Mereka sebenarnya bisa lari dari peluru-peluru itu, tapi mereka tidak bisa lari dari hati nuraninya sendiri.

Akal sehat siapakah yang bisa membenarkan para pemuda gagah berotak brilian di Palestina yang lari menyongsong syahid, hanya beberapa bulan setelah hari pernikahannya? Logika macam apakah yang bisa menjustifikasi keberanian mereka yang membungkus dirinya dengan bahan peledak, kemudian maju dan meledakkan dirinya bersama musuh-musuh Allah yang jahanam itu? Mereka adalah pemuda-pemuda tampan, masa depan terbentang luas di hadapannya. Kalau mereka diam di rumah dan menjalani hidupnya baik-baik, mereka akan beranak-cucu, memiliki rumah yang nyaman, kendaraan yang memadai, pekerjaan yang baik, dan akhirnya menemui ajal di hari tuanya yang sangat tenang kelak. Mereka pun menginginkan masa depan seperti itu, namun sesuatu di dalam benaknya menyuruhnya maju dan mengambil tanggung jawab itu. Kesadaran tersebut tidak mau dibantah, dan tidak pernah bisa dibantah. Ia akan selalu menemukan jalannya.

Akan selalu saja ada orang-orang yang bertindak di luar ‘akal sehat’ semacam itu. Ada saja manusia yang menjadikan dirinya sebagai tameng bagi orang lain, seolah-olah nyawanya begitu murah untuk digadaikan. Orang-orang semacam ini bahkan tidak kenal siapa yang dilindunginya, akan tetapi kesadaran di dalam benaknya tidak bisa dibantah oleh alasan apa pun.

Ketika barisan umat bertanya-tanya mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya, akan selalu saja ada seseorang yang maju dan menawarkan dirinya. Mereka tidak selalu berhasil, dan perjuangannya tidak pernah mulus, akan tetapi orang-orang semacam ini memang selalu ada.

Mereka adalah manusia sepenuhnya, mampu merasakan ketakutan dan kesakitan dengan sempurna. Mereka sangat mengerti arti kenikmatan dunia dan memahami pula makna kehilangan yang bisa amat dalam menghujam ke dalam dada manusia. Mereka tahu rasanya (atau setidaknya bisa membayangkan) ditikam pisau belati, dan mereka tahu apa yang akan terjadi jika peluru-peluru musuh menembus tubuhnya. Akan tetapi, ketika keadaan memaksanya untuk melangkah maju, tidak ada yang bisa mencegahnya.

Hasan al-Banna telah tewas tertembak. Tidak hanya itu, para penjahat bahkan melarang siapa pun untuk menolongnya. Musuh-musuh Islam menyaksikannya mati perlahan dan kemudian bersorak sorai di jalan-jalan merayakan kematiannya. Ikhwanul Muslimin, satu-satunya organisasi Islam yang benar-benar sempat membuat para Zionis berkeringat dingin, dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Para anggotanya dilacak, ditangkapi dan dijebloskan ke dalam penjara-penjara bawah tanah yang tidak kenal rasa kemanusiaan. Siksaan demi siksaan datang menimpa, tidak terkecuali pada para tahanan akhwat.

Selesaikah sudah? Tentu saja tidak. Akan ada saja di antara umat Islam yang melangkah maju untuk mengambil tanggung jawab tersebut.

Hasan al-Hudhaibi maju ke depan barisan, menantang semua bahaya. Umar Tilmisani pun menyambut gilirannya dengan gagah. Sayyid Quthb menemukan syahid di tiang gantungan. Apakah perjuangan selesai dengan penuhnya barisan orang-orang yang syahid? Tentu saja tidak. Semuanya berulang kembali. Nama-nama baru bermunculan, menggantikan mereka yang telah tuntas melaksanakan tugas di jalan Allah ini.

Selesaikah perjuangan rakyat Aceh setelah Teuku Umar tewas dan Cut Nyak Dhien dibuang ke pulau yang jauh? Selesaikah perjuangan rakyat Minang setelah Imam Bonjol berhasil disingkirkan? Habiskah perjuangan rakyat Maluku ketika Pattimura (Ahmad Lussy) digantung? Tentu saja tidak.

Jaman berganti, tokoh pun bertukar. Mereka yang telah syahid mengharumkan perjuangan mulia yang diwariskannya pada generasi sesudahnya. Kematian seorang Cut Nyak Dhien mengkristal dalam dada setiap srikandi Aceh, hingga tiba waktu munculnya perempuan-perempuan lain yang sekokoh beliau. Darah seorang syuhada menyirami bumi dan menumbuhkan seribu tunas baru yang akan menghiasi dunia dengan kepahlawanannya. Demikianlah kepahlawanan terus diwariskan kepada mereka yang tidak lupa pada masa lalu.

Apakah umat Islam akan habis kiprahnya ketika George W. Bush dengan ringannya membantai rakyat Afghanistan dan Irak? Apakah umat Islam sudah habis ketika bangsa-bangsa Arab diam saja menyaksikan kezaliman yang sedemikian rupa yang dilakukan oleh bangsa kafir kepada saudara-saudaranya? Inikah pertanda awal dari akhir hayat umat Islam?

Secepat peluru-peluru Amerika Serikat membantai warga Irak, secepat itu pulalah Islam menyebar di negerinya sendiri. Mereka menebar fitnah dengan kencang, namun kebenaran akhirnya tersebar lebih kencang daripada Badai Katrina. Tony Blair dan antek-anteknya berteriak sekencang-kencangnya untuk memfitnah Yusuf Qardhawi sebagai teroris, akan tetapi gubernur London sendiri (Ken Livingstone) yang kemudian pasang badan untuk menyatakan kebenaran, meskipun ia bukan seorang Muslim. Sedemikian gencarnya warga Inggris menyatakan kebenciannya pada Islam, namun gelombang mualaf di negeri itu malah lebih gencar lagi. Begitu cepatnya keadaan berbalik sehingga jumlah umat Kristen di Inggris yang pergi ke gereja sekali seminggu kalah banyak dengan umat Islam yang pergi ke Masjid pada hari Jum’at.

Dalam keadaan yang sangat genting sekalipun, akan ada saja orang-orang yang melangkah maju dan mengajukan dirinya untuk memikul tanggung jawab. Akan selalu ada manusia-manusia pilihan Allah yang menjadikan dirinya perisai bagi umat Islam. Selalu ada saja orang-orang yang merelakan kesenangan pribadinya demi keselamatan saudara-saudara seimannya. Bagi mereka, harumnya surga sudah bukan rahasia lagi. Keindahan syahid telah membutakan mata mereka dari hal-hal lain.

Janji-janji Allah hanya menunggu waktunya untuk dibuktikan. Pertanyaannya sekarang : Siapakah yang mau maju dan menjemputnya? Andakah orang yang melangkah ke depan barisan dan menjemput tanggung jawab itu? Ataukah Anda termasuk orang-orang yang menunggu di barisan paling belakang, berdiri mematung tanpa tahu apa yang harus ditunggu? Dengan atau tanpa Anda, perjuangan ini akan terus berjalan. Akan selalu ada saja manusia-manusia pilihan yang melangkah maju. Dengan atau tanpa Anda

Masukkan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Label