welcome

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, 12 Desember 2009

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS


PROFIL PUSKESMAS SIMPANG EMPAT

PROFIL PUSKESMAS SIMPANG EMPAT TAHUN 2008

DATA GEOGRAFI

Puskesmas Simpang Empat adalah puskesmas rawat jalan yang berjarak 30km dari ibukota kabupaten Banjar, Martapura, dan berjarak 69km dari ibukota propinsi, Banjarmasin. Luas wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat 284km2 yang dibatasi :

  • Sebelah Utara : Desa Batu Balian, wilayah kerja Puskesmas Sungkai
  • Sebelah Timur : Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Mataraman
  • Sebelah Barat : Kecamatan Sungai Tabuk

Berikut daftar desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat :

No.

Nama Desa

Luas Wilayah (km2)

Jarak ke PKM (km)

Jumlah Penduduk (jiwa)

1

Simpang Empat

25

0

3325

2

Sungai Raya

30

3

1921

3

Sungai Langsat

15

5

510

4

Lawiran (IDT)

24

4

842

5

Sungai Tabuk

16

8

500

6

Lok Cantung

14

9

527

7

Tanah Intan

16

7

1439

8

Cabi

15

2

816

9

Surian Hanyar

16

13

1964

10

Paring Tali (IDT)

17

8

748

11

Simpang Lima (IDT)

5

40

679

12

Karya Makmur (IDT)

8

32

481

13

Sindang Jaya (IDT)

5

35

688

14

Sumber Sari (IDT)

10

29

493

15

Makmur Karya (IDT)

10

32

1036

16

Alalak Padang (IDT)

29

27

1283

JUMLAH TOTAL PENDUDUK (Jiwa)

17252

DATA DEMOGRAFI

Jumlah penduduk yang di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat tahun 2008 adalah 17.252 jiwa, dengan suku terbesar adalah suku Banjar, dan lainnya adalah suku Madura, suku Jawa, suku Sunda, yang bermata pencaharian sebagai petani (95%) dan sisanya berwiraswasta.

DATA SOSIAL, BUDAYA, DAN PENDIDIKAN

Mayoritas penduduk memeluk agama Islam (99%), jumlah tempat ibadah sebanyak 37 buah, terdiri dari 17 masjid dan 20 langgar.. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata adalah lulusan SD / sederajat dan sudah mendapatkan sarana informasi dan komunikasi melalui T.V., radio, surat kabar, pos surat, telepon selular, maupun internet.

Perumahan penduduk sebagian besarberbentuk rumah panggung yang pada dinding, pintu, dan jendelanya terbuat dari bahan kayu dengan bagian atapterbuat dari sirap, daun rumbia, dan seng.

Jumlah TK ada 1 buah, SD Negeri / Swasta ada 23 buah, dan SMP Negeri ada 2 buah.

DATA SOSIAL EKONOMI

Komposisi mata pencaharian penduduk di wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat adalah sebagai berikut :

  • Petani : 95%
  • Pedagang : 3%
  • Nelayan : 1.5%
  • PNS / POLISI / ABRI : 0.5%

DATA SUMBER DAYA DAN KETENAGAAN

  1. SUMBER DAYA FISIK

No.

SARANA

JUMLAH

KEADAAN

1.

Puskesmas Induk th. 1976

1

Permanen, Rusak Berat

2.

Puskesmas Pembantu th. 1980, 1983, 1985, 1987, 1990, 1995, 1996.

7

3 Permanen, 4 Semi Permanent, 3 Baik, 1 Rusak Sedang, 3 Rusak Berat

3.

Rumah Dinas Dokter th. 1985

1

Permanen, Rusak Berat

4.

Rumah Dinas Dokter Gigi th. 1998

1

Permanen, Rusak Berat

5.

Rumah Dinas Paramedis th. 1976, 1983, 1984, 1998.

4

3 Permanen, 1 Semi Permanen, 4 Rusak Berat

6.

Mobil Puskesmas Keliling

1

Baik

7.

Sepeda Motor

7

3 Rusak Berat, 1 Rusak Sedang, 3 Baik

  1. DATA SARANA KESEHATAN

No.

BANGUNAN

KEADAAN

PUSKESMAS PEMBANTU

1

SUNGAI RAYA

RUSAK BERAT

2

DESA IV

RUSAK BERAT

3

SURIAN HANYAR

RUSAK BERAT

4

MAKMUR KARYA

RUSAK BERAT

5

SIMPANG LIMA

RUSAK BERAT

6

KARYA MAKMUR (SP II)

RUSAK BERAT

7

ALALAK PADANG

TIDAK ADA BANGUNAN

8

SUMBER SARI

RUSAK BERAT

POLINDES

1

SUNGAI RAYA

RUSAK TOTAL

2

TANAH INTAN

BAIK

3

SURIAN HANYAR

RUSAK BERAT

4

PARING TALI

RUSAK TOTAL

5

SIMPANG LIMA

RUSAK BERAT

6

MAKMUR KARYA

RUSAK BERAT

7

ALALAK PADANG

RUSAK BERAT

8

SUMBER SARI

RUSAK BERAT

  1. DATA INVENTARIS KENDARAAN BERMOTOR

No.

Merek

No. Polisi

Tahun

Keadaan

Keterangan

1

Suzuki A 100 X

DA 740BI

1996

Rusak Berat

Puskesmas

2

Honda Astrea

DA 5661

1995

Rusak Berat

Puskesmas

3

Suzuki Smash

DA 787 BM

2002

Baik

Bidan Simpang Lima

4

Suzuki Smash

DA 788 BM

2002

Rusak Berat

Bidan Sumber Sari

5

Yamaha Vega R

DA 308 BD

2006

Baik

Puskesmas

6

Suzuki Shogun

DA 378 BD

2006

Baik

Bidan Surian

7

Suzuki Thunder

DA 423 BD

2007

Baik

Pustu Karya Makmur

8

Suzuki APV

DA 950 BB

2008

Baik

Puskesmas

  1. SUMBER DAYA TENAGA

No.

Jenis Tenaga

Pendidikan

Jumlah

Keterangan

1

Dokter Umum

FK

3

PTT

2

Dokter Gigi

FKG

1

PTT

3

Pelaksana Gizi

AKZI

1

TKS

4

Bidan

AKBID

8

6 PNS, 2 PTT

5

Perawat Kesehatan

SPK

8

PNS

6

Sanitarian

SPPH

1

PNS

7

Analis

AAK

1

PNS

8

Prakarya Kesehatan

SMA

1

TKS

9

Perawat Gigi

AKG, SPRG

3

PNS,TKS

10

Asisten Apoteker

SMF

1

PNS

JUMLAH

27


VISI, MISI, dan MOTO PKM SIMPANG EMPAT

VISI : Menuju Kabupaten Banjar Sehat 2010

MISI : Menjadikan PKM Simpang Empat sebagai wadah pelayanan PREVENTIF, CURATIF, REHABILITATIF, dan EDUKATIF di bidang kesehatan kepada seluruh anggota masyarakat di cakupan wilayah kerja PKM SIMPANG EMPAT

MOTO : SAKIT ITU MAHAL, SEHAT ITU MURAH…

“karena saat anda sakit, anda memerlukan uang untuk berobat,minimal untuk transport ke pelayanan kesehatan. Maka dari itu Penyakit HARUS DICEGAH dengan cara PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT…INGAT ITU!!!!”

Pikiran dan Rencana

Beberapa waktu lalu, saat dilakukan rapat koordinasi teknis puskesmas kab. Banjar, disebutkan akan dirumuskan konsep Puskesmas kabupaten Banjar th.2010. Rencananya hal ini akan dilakukan rapat terdahulu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dengan seluruh Puskesmas yang diwakili masing-masing kepala Puskesmas, perwakilan Dokter, perwakilan Bidan, Perwakilan Perawat, dan instasi-2 terkait.

Saya sebagai kepala Puskesmas Simpang Empat, sangat senang dengan rencana ini, melihat dari sisi fungsi edukatif,promotif,rehabilitatif,dan preventif pada masyarakat, perkembangan Puskesmas dalam beberapa waktu ini berkembang dengan sangat lambat. Hal ini jika ditelaah lebih lanjut, penyebabnya tak lain adalah (secara klasik sudah pasti) soal ekonomi dan management puskesmas (yang tidak bisa mengelola dengan bebas)sesuai dengan kebutuhan masyarakat disekitarnya.

Maksudnya, saya melihat kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat di beberapa daerah berbeda kepentingannya dengan daerah lainnya. Mungkin di daerah lain telah maju, sehingga sudah memerlukan adanya pelayanan kesehatan spesialistik, atau ada juga daerah yang masih tertinggal yang masih harus dibina masalah kesehatan lingkungannya,

Tetapi semua itu tetap bersumber pada satu kata, yaitu PELAYANAN KESEHATAN YANG OPTIMAL yang dilayani secara TEPAT WAKTU, TEPAT ORANG, dan TEPAT FUNGSINYA. Mengingat saat ini, tenaga kesehatan di daerah yang sangat minim, hal ini mungkin agak sulit untuk dapat dipenuhi. Beruntung beberapa waktu lalu diadakan penerimaan CPNS dan PTT di Kab.Banjar, yang diharapkan dapat memenuhi kekosongan-kekosongan tempat di daerah-2 terpencil. Tetapi kembali saya harapkan semoga tidak ada berbagai macam peng“edit”an tempat penempatan daerah terpencil untuk dipindahkan ke daerah perkotaan yang notabene sudah banyak atau lengkap tenaga kesehatannya.

Kembali pada pokok permasalahan, saat ini di Puskesmas kami sangat kekurangan tenaga dan dana, mengingat ketergantungan Puskesmas kami pada kucuran dana dari atas, masih incrit-incrit. Walau kami tahu bahwa di Dinas-pun juga tidak ada dana. (kami tidak tahu bagaimana hal ini dapat terjadi). Hal ini sempat membuat kami kebingungan dan hilang arah, yang akhirnya teman-teman Puskesmas berpartisipasi turut bahu membahu membantu kegiatan kesehatan dengan dana seadanya.

Persoalan di atas sebenarnya dapat diatasi dengan beberapa cara yang benar:

  1. Memberikan kebebasan Puskesmas untuk swa-manajemen dana Puskesmas.
  2. Pengadaan koperasi petugas dalam Puskesmas.
  3. Atau memperbolehkan Puskesmas untuk mengadakan pelayanan lebih kepada masyarakat yang tentunya dengan taarif yang berbeda.

Saya mempunyai usul, bagaimana seandainya Puskesmas diperbolehkan memberikan paket pelayanan pengobatan kepada masyarakat. Misalnya :

  1. Paket A: pengobatan dari Obat yang disediakan Pemerintah. Yang tentunya GRATIS.
  2. Paket B: pengobatan dari campuran obat pemerintah dan obat Paten (koperasi)
  3. Paket C: pengobatan dengan Obat Paten. Yang disediakan dari koperasi Petugas Puskesmas.

Dan semuanya harus diatur dalam suatu peraturan sehingga nantinya tidak diperbolehkan memberatkan masyarakat. Masyarakat bebas memilih mana yang disukainya, dan petugas kesehatan tidak diperkenankan memaksakan pilihannya kepada masyarakat. Hasil dari koperasi tersebut dapat dipakai untuk berbagai kegiatan yang sulit dilakukan atau terhambat pelaksanaannya (misalnya medan dan cuaca yang berat, dan lain-2) yang tentunya semuanya diawasi oleh tim dari Puskesmas dan Dinas, dengan sistem pelaporan yang rapi dan lengkap.

Ini hanya sebuah usul yang sangat banyak kekurangannya, saya hanya ingin agar Puskesmas yang ada sekarang ini dapat berkembang fungsinya, dari curatif, rehabilitatif, preventif (baik dengan cara promotif maupun edukatif), bahkan mungkin nantinya bisa secara spiritual, karena menurut saya, kesehatan harus dipandang secara HOLISTIK (keseluruhan) dari fisik, jiwa, dan lingkungan keluarga dan masyarakat.Amin.

Struktur Organisasi PKM Simpang Empat



Struktur Organisasi Tata Kepegawaian PKM Simpang Empat

Sumber di ambil dari http://puskesmassimpangempat.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukkan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Label